Refleksi Pertemuan ke-4 (24 September 2012)
Nama :
Muhamad Galang Isnawan
NIM :
12709251021
Kelas :
A
Prodi :
Magister Pendidikan Matematika 2012
ALIRAN-ALIRAN DALAM FILSAFAT
Filsafat terbagi menjadi bermacam-macam aliran. Adapun dalam refleksi ini, saya akan mereduksi bebrapa aliran dan akan membahas tiga aliran saja, yaitu metafisika, etika, dan epistemology. Berikut penjelasannya.
1. Metafisika
Metafisika adalah suatu pembahasan filsafati yang komprehensif mengenai seluruh realitas atau tentang segala sesuatu yang ada. Metafisika ini dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu:
a. Yang mengenai kuantitas (jumlah)
1) Monoisme adalah aliran yang mengemukakan bahwa unsur pokok segala yang ada ini adalah esa (satu).
Menurut Thales: air.
Menurut Anaximandros: 'apeiron'
Menurut Anaximenes: udara.
2) Dualisme adalah aliran yang berpendirian bahwa unsur pokok individual terdiri atas dua, yaitu material dan mental.
3) Pluralisme aliran yang berpendapat bahwa unsur pokok individual terdiri atas banyak.
Menurut Empedokles: udara, api, air dan tanah.
b. Yang mengenai kualitas dibagi juga menjadi dua bagian besar, yakni:
1) Yang melihat hakikat kenyataan itu tetap.
a) Spiritualisme, yakni aliran yang berpendapat bahwa hakikat itu bersifat roh.
b) Materialisme, yakni aliran yang berpendapat bahwa hakikat itu bersifat
materi.
2) Yang melihat hakikat kenyataan itu sebagai kejadian.
a) Mekanisme, yakni aliran yang berkeyakinan bahwa kejadian di dunia ini berlaku dengan sendirinya menurut hukum sebab-akibat.
b) Aliran teleologi, yakni aliran yang berkeyakinan bahwa kejadian yang satu berhubungan dengan kejadian yang lain, bukan oleh hukum sebab-akibat, melainkan semata-mata oleh tujuan yang sama.
c) Determinisme, yaitu aliran yang mengajarkan bahwa kemauan manusia itu tidak merdeka dalam mengambil putusan-putusan yang penting, tetapi sudah terpasti lebih dahulu.
d) Indeterminisme, yaitu aliran yang berpendirian bahwa kemauan manusia itu bebas dalam arti yang seluas-luasnya.
2. Aliran-aliran Etika
Etika membahas baik-buruk atau benar-tidaknya tingkah laku dan tindakan manusia serta sekaligus menyoroti kewajiban-kewajiban manusia. Aliran-aliran penting dalam etika banyak sekali, diantaranya ialah:
a. Aliran etika naturalisme, yaitu aliran yang beranggapan bahwa kebahagiaan manusia itu diperoleh dengan menurutkan panggilan natural (fitrah) kejadian manusia sekali.
b. Aliran etika hedonisme, yaitu aliran yang berpendapat bahwa perbuatan susila itu ialah perbuatan yang menimbulkan 'hedone' (kenikmatan dan kelezatan).
c. Aliran etika utilitarianisme, yaitu aliran yang menilai baik dan buruknya perbuatan manusia ditinjau dari kecil dan besarnya manfaat bagi manusia (utility = manfaat).
d. Aliran etika idealisme, yaitu aliran yang menilai baik buruknya perbuatan manusia janganlah terikat pada sebab-musabab lahir, tetapi haruslah didasarkan atas prinsip kerohanian (idea) yang lebih tinggi.
e. Aliran etika vitalisme, yaitu aliran yang menilai baik-buruknya perbuatan manusia itu sebagai ukuran ada atau tidak adanya daya hidup (vital) yang maksimum mengendalikan perbuatan itu.
f. Aliran etika theologis, yaitu aliran yang berkeyakinan bahwa ukuran baik dan buruknya perbuatan manusia itu dinilai dengan sesuai atau tidak sesuainya dengan perintah Tuhan (Theos = Tuhan).
3. Epistemologi
Aliran ini mencoba menjawab pertanyaan, bagaimana manusia mendapat pengetahuannya sehingga pengetahuan itu benar dan berlaku.
a. Golongan yang mengemukakan asal atau sumber pengetahuan
Termasuk ke dalamnya:
1) Rationalisme, yaitu aliran yang mengemukakan bahwa sumber pengetahuan manusia ialah pikiran, rasio dan jiwa manusia.
2) Empirisme, yaitu aliran yang mengatakan bahwa pengetahuan manusia itu berasal dari pengalaman manusia, dari dunia luar yang ditangkap pancainderanya.
3) Kritisisme (transendentalisme), yaitu aliran yang berpendapat bahwa pengetahuan manusia itu berasal dari luar maupun dari jiwa manusia itu sendiri.
b. Golongan yang mengemukakan hakikat pengetahuan manusia.
Termasuk ke dalamnya:
1) Realisme, yaitu aliran yang berpendirian bahwa pengetahuan manusia itu adalah gambar yang baik dan tepat dari kebenaran dalam pengetahuan yang baik tergambarkan kebenaran seperti sungguh-sungguhnya ada.
2) Idealisme, yaitu aliran yang berpendapat bahwa pengetahuan itu tidak lain daripada kejadian dalam jiwa manusia, sedangkan kenyataan yang diketahui manusia itu sekaliannya terletak di luarnya.
4. Aliran-aliran Lainnya dalam Filsafat
Di samping aliran-aliran di atas, masih banyak aliran yang lain dalam filsafat. Aliran-aliran itu antara lain, yaitu:
a. Eksistensialisme, yaitu aliran yang berpendirian bahwa filsafat harus bertitik tolak pada manusia yang kongkret, yaitu manusia sebagai eksistensi, dan sehubungan dengan titik tolak ini. maka bagi manusia eksistensi itu mendahului esensi.
b. Pragmatisme, yaitu aliran yang beranggapan bahwa benar dan tidaknya sesuatu ucapan, dalil, atau teori, semata-mata bergantung pada berfaedah atau tidaknya ucapan, dalil atau teori tersebut bagi manusia untuk bertindak di dalam kehidupannya.
c. Fenomenologi, yaitu aliran yang berpendapat bahwa hasrat yang kuat untuk mengerti yang sebenarnya dan keyakinan bahwa pengertian itu dapat dicapai jika kita mengamati fenomena atau pertemuan kita dengan realitas.
d. Positivisme, yaitu aliran yang berpendirian bahwa filsafat hendaknya semata-mata berpangkal pada peristiwa yang positif, artinya peristiwa-peristiwa yang dialami manusia.
e. Aliran filsafat hidup, yaitu aliran yang berpendapat bahwa berfilsafat barulah mungkin jika rasio dipadukan dengan seluruh kepribadian sehingga filsafat itu tidak hanya hal yang mengenai berpikir saja, tetapi juga mengenai ada, yang mengikutkan kehendak, hati, dan iman, pendeknya seluruh hidup.
Referensi:
Rapar, Jan Hendrik. 2002. Pengantar Filsafat. Yogyakarta:
Kanisius.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar