Sabtu, 29 September 2012
Sabtu, 22 September 2012
Refleksi Pertemuan III (18 September 2012)
Nama : Muhamad Galang Isnawan
NIM : 12709251021
Kelas : A
Prodi : Magister Pendidikan Matematika
2012
FILSAFATKU
OTAKKU
(18 September
2012)
Filsafat disebut sebagai ibu dari ilmu pengetahuan. Hal
ini disebabkan karena memiliki objek semua yang ada dan mungkin ada. Jawaban
ada atau tidak mungkin ada itu tidaklah terlalu penting, yang terpenting adalah
penjelasan. Sangat mengadakan tidak ada. Ketika berbicara tentang kata tidak
ada, kita sebenarnya sudah mengadakan tidak ada tersebut. Dibicarakan saja
sudah bisa, apalagi untuk dipikirkan. Begitulah logikanya. Ada sistem waktu,
yaitu A (kemarin, sekarang, dan akan datang) dan B (sebelum, peristiwa, dan
sesudah). Tidak adalah kita mampu menunjuk waktu yang sekarang meskipun dengan
kecepatan cahaya sekali pun. Ketika kita menunjuk waktu sekarang, sebenarnya
ketika kita menunjuk tersebut waktu sudah berubah menjadi lampau, belum selesai
kita menunjuk, waktu sudah berubah menjadi lampau. Hal ini disebabkan karena
waktu lampau, sekarang, dan akan datang adalah satu kesatuan. Oleh karena itu,
waktu yang sekarang didefinisikan dengan waktu yang lampaudan akan datang.
Implementasinya adalah kita hidup tidak bisa terputus dari waktu sekarang,
lampau, dan akan datang. Sehingga kejadian hidup banyak dikaitkan dengan waktu.
Ketika kita berbicara tentang hidup yang sehat adalah sama artinya dengan
filsafat hidup sehat. Dalam hidup haruslah melalui beberapa tahapan-tahapan
sistematis. Dalam hidup sering juga terjadi masalah yang tidak sehat, yaitu
ketika seseorang datang seketika dan pergi juga tidak ada kabar.
Berbicara tentang filsafat mimpi. Seribu satu macam mimpi
telah kita temui. Objeknya satu, yaitu satu mimpi tetapi metodenya berdimensi.
Dalam filsafat, jika kita bisa menggunakan metode ilmiah untuk membuktikan
pemikiran kita, maka gunakanlah. Akan tetapi jika tidak, maka gunakanlah
hipotecikal analisis. Jika orang yang yang menguji kebenaran tersebut
berpengalaman, maka dinamakan refleksi tetapi jika sebaliknya, maka dinamakan
“ngawur”. Jika kemudian hal tersebut tidak dapat dibuktikan, maka serahkanlah
semuanya kepada Allah SWT dan yakinlah bahwa itu adalah kodrat yang dimilki
oleh hal tersebut. Contohnya, mimpi. Dunia metode dan pendekatan adalah
epistemologi. Genetik epistemologi, mempelajari mimpi berdasarkan sistem kerja
otak. Tidak pernah ada yang menjamin kebenaran mimpi hanya dengan menggunakan
hipotetical saja. Ada hal yang menarik tentang mimpi, ketika seorang rasul atau
nabi bermimpi biasanya mimpi tersebut adalah ilham dari Allah SWT. Ilham adalahn sesuatu yang jelas datangnya
secara tiba-tiba. Bahkan ada seorang presiden di Uganda yang bernama Idiamin,
menggunakan mimpinya dalam mengambil keputusan. Banyak hal yang dapat kita
simpulkan dari mimpi, tetapi percayalah bahwa mimpi orang-orang seperti kita
adalah hanya sekedar bunga tidur dantidak bisa dibuktikan kebenarannya.
`Selanjutnya, beralih ke pembicaraan mengenai kebimbangan
dalam hidup. Bimbang secara filsafat dibagi menjadi dua bagian, yaitu bimbang
dalam pikiran dan bimbang dalam hati. Kembangkankanlah kebimbangan sebesar
apapun dalam pikiran kita karena itu akan membuat kita menjadi berpikir atau
awal dari pengetahuan. Akan tetapi, janganlah kita membiarkan kebimbangan
sekecil apapun di dalam hati kita. Karena kebimbangan semacam itu adalah seekor
iblis.
Pribadi
yang teguh adalah pribadi yang berikhtiar menggapai harmoni. Pribadi yang
selalu berikhtiar, yang fleksibel, yang sesuai dengan konteks, dan kreatif
(tidak berhenti mencari metode). Allah SWT telah menciptakan kita alam semesta
beserta isinya agar kita mampu mengolahnya demi tercapainya suatu harmoni di
dalam dunia ini.
Semua
ilmu muncul setelah era Auguste Comte. Bedakan antara ilmu dan pengetahuan.
Ilmu adalah terstruktur dalam wadahnya dan saling berkaitan. Sedangkan
pengetahuan bersifat singular. Objek yang pertama dipelajari adalah objek alam.
Hakekat yang membedakan adalah setiap yang ada dan mungkin ada adalah
dimensinya. Yang membedakan orang yang satu dengan yang lain adalah dimensinya.
Berpikir dapat kita bedakan menjadi tiga macam berpikir, yaitu berpikir biasa,
ilmiah, dan filsafat. Berpikir biasa adalah berpikirnya orang awam atau
biasa-biasa. Antara berpikir biasa, ilmiah, dan filsafat yang membedakannya
objek dan metodenya. Berpikir biasa tidak bersifat sistematis. Kemudian polanya
pun tidak ada. Sedangkan berpikir ilmiah diperkuat oleh logika dan evidence.
Berpikir filsafat merangkum semua metode yang ada. Berpikir filsafat adalah
filsafat ilmu atau epistimologi. Kesemuanya ini tidak lepas dari ilmu
pengetahuan, bagaimana perkembangannya, dan referensinya. Berpikir biasa
termasuk ke dalam kualitas tingkat satu (metafisik) karena hanya melihat dari
luarnya saja. Sedangkan kualitas tingkat dua adalah mengapa dan jarang berpikir
biasa masuk ke dalam tingkatan ini. Filsafat termasuk ke dalam tingkat tiga,
empat, dan selanjutnya (metafisik). Atau bahasa kasarnya disebalik yang ada, di
sebalik yang ada, dan seterusnya. Anak kecil adalah salah satu contoh berpikir
biasa, bahkan mitos. Kita tidak bisa memaksakan anak kecil menggunakan logos.
Berpikir biasa (common sense) adalah bahasa yang paling mudah dipahami,
contohnya bahasa elegi. Ketika bahasa kita sulit untuk diterima orang awam,
maka kita pasti mengalami masalah, terutama dalam filsafat. Sebenarnya,
filsafat dalam elegi bertujuan agar kita terampil dalam mengungkapkan bahasa
kualitas tinggi. Bahasa biasa dipelopori oleh J.E. Moore.
Sekarang,
kita beralih konteks pada masalah keajaiban dan mukjizat. Keajaiban dari sudut
pandang filsafat adalah sesuatu kejadian yang tidak bisa dijelaskan. Keajaiban
biasanya berkonotasi positif. Keajaiban lebih dari sekedar gambling atau
perjudian. Sedangkan mukjizat adalah segala sesuatu yang konotasinya datang
dari Allah SWT dan yang mendapatkannya hanyalah para nabi dan rasul. Mukjizat
sudah pasti ajaib tetapi ajaib belum tentu mukjizat.
Tidak
ada dan ada. Keberadaan tidak ada sama pentingnya dengan ada. Contohnya, ruang
hampa udara yang sangat berguna bagi penelitain mengenai luar angkasa, tidak
ada pertikaian, tidak ada utang, dan lain sebagainya. Antara tidak ada dan ada
itu ada dimensinya.
Filsafat
bisa bersifat subjektif, individual, kelompok, negara, dan sebagainya. Kapan
saatnya kita berhenti berpikir, yaitu ketika kita sedang berdoa. Tidak akan
khusuk doa seseorang tersebut ketika mereka masih menggunakan otaknya untuk
berpikr pada saat mereka berdoa. Doa
merasuki segala aspek yang ada dan yang mungkin ada di dalam hidup kita. Setinggi-tinggi
dimensi berfilsafat seseorang adalah ketika dia sudah mampu untuk membangun
dunia kemampuannya. Membangun filsafat adalah rangkaian atau tali-temali yang
pilar-pilarnya adalah pendapat para filsuf. Setiap yang ada dan mungkin ada dalam hidup
harus bisa kita rinci secara baik. Ketika industri-ekonomi-kuasa bergabung,
maka terbentuklah kapitalism.
Berfilsafat
sebenarnya berusaha mengenal berusaha mengenal diri sendiri. Dan sayangnya,
tidaklah ada orang yang benar-benar mengenal dirinya sendiri, melainkan hanya
berusaha untuk mengenal diri sendiri. Akan tetapi, ketika ada orang yang
beranggapan bahwa mereka sudah mengenal dirinya sendiri, berarti dia sudah
mengaku bahwa dia sudah mengenal ruhnya. Tidak ada satu orang pun yang mampu
menjelaskan ruhnya. Bedakan antar penjelasan dan kenal. Kenal bersifat
komplementer dan sebenar-benar adalah penjelasannya. Secerdas-cerdas orang
adalah dia yang berani mengambil keputusan. Hal ini adalah tingkatan filsafat
yang paling tinggi. Sebenar-benar
filsafat adalah penjelasannya. Berbicara tentang kepribadian ganda dari tolak
ukur filsafat. Kepribadian ganda berdasarkan filsafat termasuk ke dalam ranah
psikologi. Turunan yang paling dekat dengan filsafat adalah psikologi. Kepribadian
ganda disebabkan oleh keadaan tidak sehat, semisal banyaknya goncangan, disharmoni,
gangguan kesehatan-emosi-sosial-ekonomi. Kepribadian ganda biasanya terjadi
akibat adanya potensi orang lain yang sangat kuat di dalam diri seseorang
sehingga muncullah filsafat determinasi. Filsafat determinasi adalah filsafat
yang menggunakan power mind dalam menerapkannya. Contohnya, seorang anak aktor
holywood yang sangat menginginkan anak laki-laki, sampai-sampai dia mendidik
anak perempuannya agar menjadi laki-laki dari kecil. Dia memberikan perlakuan
layaknya anak laki-laki terhadap anak tersebut dari kecil. Sehingga pada
akhirnya, ketika anak itu sudah dewasa dan orang tuanya sudah meninggalkan, dia
pun memutuskan untuk menjadi laki-laki dengan mengoperasi payu daranya dan
menyuntikkan hormon testosteran ke dalam tubuhnya dan mengakibatkan suaranya
berubah dengan seketika.
Pertanyaan:
Bagaimanakah hakikat
doa dari sudut pandang filsafat spiritual?
Selasa, 11 September 2012
Refleksi Pertemuan II
Nama : Muhamad Galang Isnawan
NIM : 12709251021
Kelas : A Pendidikan Matematika 2012
Mata Kuliah : Filsafat Ilmu
Refleksi Pertemuan II (10 September 2012)
DEFINISI
FILSAFAT SEBAGAI JUAL-BELI
Filsafat dimulai dari pertanyaan-pertanyaan. Kapan ranah
filsafat menyangkut ke dalam ranah spiritual? Filsafat tergantung dari objek
dan metodenya. Objek adalah apa yang dipikirkan dan metodenya adalah bagaimana
memikirkannya. Sehingga orang yang tahu bahwa filsafatnya sudah memasuki ranah
spiritual adalah orang yang memiliki pengalaman. Contohnya, seorang muslim akan
menunjukkan keislamannya dengan menambah jumlah intensitas ibadahnya. Jadi, orang
yang melihat akan mengetahui bahwa seseorang tersebut adalah muslim. Artinya,
kita memperlihatkan, baik dari segi ucapan, maupun tindakan bahwa kita adalah
seorang muslim, salah satu contohnya adalah salat. Salat di sini dapat kita
artikan sebagai objek dari filsafat agama sehingga secara tidak langsung sudah
menyangkut ke masalah spiritual. Maksudnya di sini adalah, ketika kita sudah
berusaha berpikir tentang agama dan berusaha untuk menjalankan ibada, kemudian
meningkatkan intensitasnya, maka secara tidak langsung ranah filsafat yang
dipelajari sudah masuk ke dalam ranah spiritual.
Bagaimana
kekurangan dan kelebihan lupa menurut filsafat? Lupa dari sisi filsafat adalah
berdimensi (ruang dan waktu). Lupa tentang apa, dimana, bagaimana, dan manfaat
lupa itu sendiri. Lupa memiliki manfaat, yaitu ketika kita mengalami sesuatu
hal yang sedih di masa lalu untuk kemudian kita menginginkan hal tersebut bisa
kita lupakan. Orang yang tidak lupa adalah diriku yang sedang memikirkannya.
Dan orang yang lupa adalah dirimu yang sedang tidak memikirkannya. Maka hidup
adalah 90% kelupaan. Artinya di sini bahwa ketika kita sedang mempelajari
sesuatu hal, yang kemudian kita menekuni hal tersebut, maka secara tidak
langsung kita sudah melupakan sangat banyak hal karena tidakkah kita menyadari
bahwa hal yang kita pelajari tersebut adalah salah satu dari tak berhingga
banyaknya hal yang ada dalam kehidupan ini. Lupa secara filsafat adalah
abstraksi, reduksi, dan pilihan di bawah sadar. Abstraksi di sini dimaksudkan
bahwa lupa itu adalah sesuatu hal yang tidak pernah bisa kita tunjukkan dengan
sesuatu yang nyata. Reduksi dimaksudkan sebagai kodrat manusia yang hakiki yang
dianugerahkan Tuhan kepadanya sejak mereka lahir. Dan pilihan bawah sadar
diartikan sebagai sesuatu yang merupakan pilihan yang tidak pernah kita sadari
ketika melakukan sesuatu untuk kemudian melupakan sesuatu yang lain.
Filsafat
tidak selamanya harus diungkapkan dalam bahasa kiasan. Filsafat memilki
definisi yang berbeda-beda tergantung dari subjeknya sehingga bahasa yang
digunakan pun berbeda-beda tergantung siapa yang sedang berfilsafat.
Menggunakan bahasa sehari-hari dalam berfilsafat pun tidak pernah menjadi suatu
larangan. Filsafat bukan hanya dari segi bahasa yang digunakan, melainkan dari
segi bagaimana seseorang memikirkan sesuatu kemudian mereka ungkapkan agar
mudah dimengerti dirinya dan orang lain. Dalam berfilsafat benar atau salah itu
berdimensi, bertingkat-tingkat, dan bermacam-macam. Dalam filsafat terdapat dua
macam kebenaran, yaitu benar absolute (spiritual) dan benar material (hukum
alam dan sebab-akibat). Selama segala sesuatu itu ada di dalam pikiran manusia,
maka akan relatif mengenai nilai kebenarannya. Dan jika di dalamnya terdapat
absolutisme, maka hal tersebut akan membawa kepada kegagalan atau kehancuran karena
tidak ada sesuatu pun yang absolutly true kecuali Allah SWT.
Dari
sudut pandang filsafat, pada diri seseoarng pasti terdapat diri orang lain.
Contohnya, di dalam diriku terdapat orang tuaku, kakak-kakaku, keponakan-keponakanku,
dan teman-temanku. Berbicara tentang hakikat filsafat, filsafat akan sangat
berbahaya jika pada awalnya kita tidak percaya akan adanya Tuhan (Allah SWT)
meskipun pada akhirnya setelah berfilsafat itu selesai mereka akan percaya
mengenai adanya Tuhan. Bagaimana mungkin seseorang akan membangun pengetahuan
jika mereka tidak memiliki kepercayaan akan apa yang sedang mereka pelajari.
Bagaimana mungkin seorang murid akan memiliki pengetahuan jika mereka tidak
percaya kepada gurunya.
HERMENEUTIKA
dalam filsafat tidak hanya sekedar dipelajari tetapi dilaksanakan. Istilah ini
berasal dari Yunani. Yunani memiliki peradaan penting dalam filsafat dan
menjadi acuan dalam berfilsafat. Hal ini disebabkan karena bangsa Yunani meliki
dokumen-dokumen tentang filsafat dan secara substansi bangsa Yunani adalah
bangsa yang pertama kali merubah Mitos menjadi Logos. Musuh besar berfilsafat
adalah MITOS. Contohnya, salat itu akan menjadi mitos jika kita tidak berusaha
untuk mempelajarinya, memahaminya, dan meningkatkannya. Filsafat dalam
berkembang atu tidak berkembangnya tidak dipengaruhi oleh apa pun. Filsafat yang
paling menonjol sekarang ini adalah filsafat bahasa. Tidak ada suatu apa
pun di dunia ini meskipun memliki
kekuasan yang besar yang akan mampu mempengaruhi filsafat bahasa ini. Karena
hidup tidak pernah terlepas dari komunikasi. Setiap kata mewakili dunianya.
Ada
yang seru di bagian akhir tulisan ini, jika kita disuruh memilih salah satu antara
aman dan nyaman, mana yang akan kita pilih. Orang yang berfilsafat pasti akan
aman meskipun tidak nyaaman. Hal ini merepresenatsikan bahwa nyaman tetapi
tidak aman adalah nyaman yang sementara dan aman tetapi tidak nyama adalah
ujian.
Pertanyaan:
Bagaimanakah hubungan
anatara filsafat dengan ilmu bidang dan aplikasi? Apakah setinggi-tinggi ilmu
bidang tidak akan pernah menyentuh ranah filsafat?
Refleksi Pertemuan I
Nama: Muhamad Galang Isnawan
NIM: 12709251021
Kelas: A Pendidikan Matematika 2012
Mata Kuliah: Filsafat Ilmu
NIM: 12709251021
Kelas: A Pendidikan Matematika 2012
Mata Kuliah: Filsafat Ilmu
Refleksi Pertemuan I (3 September 2012)
DEFINISI FILSAFAT
Filsafat mempelajari tentang segala sesuatu sebagai sesuatu yang hidup.
Ada perbedaan mendasar antara filsafat dengan matematika. Dalam
matematika, kita mempelajari sesuatu yang abstrak menjadi sesuatu yang
konkrit. Akan tetapi, dalam filsafat kita mempelajari sesuatu yang
konkrit menjadi sesuatu yang abstrak (keabstrakan dalam
keterang-benderangan). Filsafat atau ranah filsafat dalam aplikasinya
sering kali menyinggung ranah spiritual. Dalam urutannya ranah filsafat
berada di bawah ranah spiritual. Perhatikan gambar di bawah:
Sekarang perhatikan gambar 1 dan gambar 2!
Kemudian bandingkan apa saja yang menjadi perbedaan!
Pada
gambar 1, kita dapat melihat bahwa tidak terjadi singgungan antara
ranah filsafat dengan ranah spiritual. Akan tetapi, sebaliknya pada
gambar 2 terjadi singgungan antara ranah filsafat dengan ranah
spiritual. Hal ini diartikan bahwa kadang-kadang ketika seseorang sedang
berfilsafat, seseorang tersebut akan menemukan sesuatu yang pemikiran
yang menyinggung atau kontradiksi dengan ranah spiritual. Untuk
penjelasan lebih lanjut, ikuti bacaan tulisan ini sampai selesai.
Intinya, sebaik-baik filsafat tidak akan menjadikan diri kita jauh dari
agama. Ini dimaksudkan, setinggi-tingginya filsafat belum dikatakan baik
jika di dalamnya terdapat kontradiksi antara ranah filsafat dengan
ranah spiritual. Perbandingan filsafat dengan spiritual adalah 1 : 10.
Artinya, ketika kita mempelajari satu hal tentang filsafat, maka
pelajarilah atau lakukanlah atau perkuatlah spiritual atau ibadah anda
sebanyak sepuluh hal.
Filsafat dapat didefinisikan sebagai separuh pengalaman dan separuh
logika. Maksudnya, kita tidak mungkin bisa berfilsafat mengenai sesuatu
hal jika kita tidak memiliki pengalaman dan logika mengenai sesuatu hal
tersebut. Adapun hal-hal yang perlu dipelajari sebelum memulai suatu
perkuliahan filsafat adalah mempelajari mengenai filsafat Yunani Kuno,
perkembangannya sampai sekarang, dan tokoh-tokoh penting yang terlibat
di dalamnya. Berfilsafat dapat juga kita awali dengan gemar berdiskusi
mengenai sesuatu. Filsafat dapat didefinisikan menjadi beberapa poin
penting, salah satunya adalah sebagai suatu PENJELASAN. Dan bahkan
filsafat juga dapat didefinisikan sebagai apapun. Hal ini
mengindikasikan bahwa filsafat adalah hak setiap orang dan setiap orang
bisa berfilsafat. Dalam filsafat, ada tidak perlunya melibatkan orang
lain dan bisa tidak perlu melibatkan orang lain. Hal inilah juga yang
membedakan antara filsafat dengan politik. Tidak semua orang bisa
berpolitik karena berpolitik harus melibatkan orang lain.
Spiritual tidak bisa dipahami hanya dipikiran saja tetapi hati.
Dalam ranah ini, hati bisa berilmu. Sebelum mempelajari filsafat
tetapkanlah terlebih dahulu hati kita, komandan kita, yang menuntun kita
karena tidak mungkin kita bisa mengetahui ranah spiritual hanya
menggunakan akal. Logikanya, tidaklah semua pikiran kita mampu
memikirkan semua perasaan kita. Berbicara mengenai manfaat filsafat,
kita bisa saja mengatakannya sebagai manfaat dari pikiran kita. Karena
poin selanjutnya yang menjadi definisi filsafat adalah POLA PIKIR.
Filsafat tidak sekedar berpikir, filsafat adalah berpikir yang reflektif
yang bersifat intensif (sedalam-dalamnya) dan ekstensif
(seluas-luasnya). Dalam berfilsafat menggunakan bahasa analog (bahasa
yang jauh lebih dan lebih tinggi tingkatannya dari bahasa kiasan).
Adapun objek filsafat adalah segala sesuatu yang ada dan mungkin ada.
Hal ini juga menjadi aturan kita dalam berfilsafat. Dari sini, kita juga
dapat melihat perbedaan antara filsafat dengan spiritual. Maksudnya,
Tuhan (ALLAH SWT) sudah pasti (absolutly) ada di dalam hati kita, apalah
daya dan kemampuan kita untuk memikirkan-Nya. Meskipun di dalam agama
ada berpikir tetapi porsinya dibatasi.
Adapun cara meningkatkan kemampuan berfilsafat adalah dengan
cara BACA, BACA, BACA, BACA LAGI, BACA LAGI, BACA LAGI, DAN BACA LAGI,
DAN BACA LAGI, DAN BACA LAGI. Filsafat dimulai dari hal-hal yang kecil.
Kemudian mempelajari sumber-sumber dari pemikiran para filsuf. Metode
berfilsafat ada dua macam, yaitu terjemah dan menterjemahkan
(HERMENEUTIKA). Dalam filsafat, jawaban benar atau salah itu ada. Akan
tetapi, hal tersebut bukanlah hal yang terpenting, melainkan bagaimana
alasan atau penjelasan terhadap suatu jawaban tersebut bisa terjadi.
Selain itu, ada juga persiapan mendasar yang harus kita pelajari sebelum
berfilsafat, yaitu kontradiksi dalam pikiran itu boleh terjadi tetapi
janganlah sesekali kontradiksi dalam hati kita. Adapun hubungan antara
pola pikir dan filsafat itu adalah hubungan untuk refleksi dari metafisi
secara tidak langsung, kontradiksi mucul sebagai buah-buah, dan akan
lebih mudah dipahami dari pada langsung dihubungkan.
Langganan:
Komentar (Atom)
